Adab dan Etika Mendatangi Shalat Jama’ah

********************************************

* ijk  * 

 

Dengan Nama ALLAH yang Maha Pengasih, Maha Penyayang  

 

 

» Adab dan Etika Mendatangi Shalat Jama’ah

 

 

 

2018

Masjidkualfath ~ Bagi seseorang yang keluar rumah dan ingin menuju masjid, maka hendaknya ia memperhatikan adab-adab berikut ini.

 

Pertama, bersuci terlebih dahulu dengan khusyu’ dan sempurna (tidak terburu-buru). Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. 2: 222)

 

Kedua, tidak menggenggam jari jemari, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jika salah seorang dari kamu selesai berwudhu secara sempurna kemudian keluar menuju masjid, maka janganlah ia menggenggam jari jemarinya sebenarnya ia berada dalam shalat.” (HR. Abu Daud)

 

Ketiga, mempersiapkan diri dengan baik, bersih, rapi, dan mengenakan pakaian yang bagus. Hal ini karena Dienul Islam menganjurkan pemeluknya agar memperbaiki penampilannya dan mulia bentuk fisiknya. Adab-adab seperti itu telah dimasukkan dalam tata cara shalat. Mengenai hal ini Allah Ta’ala berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. 7: 31)

 

Rasulullah juga berpesan agar kaum muslimin selalu memperhatikan hal ini, terutama dalam urusan-urusan pribadi sehingga seorang muslim selalu tampak indah dan diterima tingkah laku, pakaian, dan penampilannya. Kecantikan tanpa berlebih-lebihan, keindahan tanpa dibuat-buat, dan keelokan penampilan merupakan adab-adab islami.

 

Keempat, hendaklah keluar dalam keadaan bersih dari segala kotoran, membersihkan mulut dan gigi dengan bersiwak atau menggosok gigi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bersiwaklah kalian, karena siwak itu dapat membersihkan mulut dan membuat Allah ridha. Setiap kali Jibril datang menemuiku, ia pasti menganjurkan bersiwak, sampai-sampai aku khawatir hal itu diwajibkan atas umatku. Sekiranya aku tidak mengkhawatirkan akan menyusahkan umatku, niscaya akan kuperintahkan agar bersiwak. Dan sesungguhnya aku selalu bersiwak sampai-sampai aku khawatir mulutku terluka karenanya. “ (HR. Ibnu Majah)

 

Kelima, menghilangkan bau tak sedap. Islam memerintahkan orang-orang yang memakan bawang putih, bawang merah dan buah lobak agar tidak mendekati masjid. Demikian pula makanan-makanan yang mengeluarkan bau busuk yang dapat mengganggu jama’ah sholat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, hendaklah ia menjauhi masjid kami, sebaiknya ia duduk saja di rumahnya!”

 

Demikian pula orang yang merokok, sama hukumnya dengan orang yang makan bawang. Bau asap rokok dan pakaiannya itu dapat mengganggu malaikat dan jama’ah shalat.

 

Keenam, menjauhi tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan adab-adab shalat, misalnya menggenggam jari jemari, banyak menoleh kekanan atau kekiri, mengangkat suara (berisik), berlari-lari, dll. Bahkan ia dianjurkan untuk berjalan dengan tenang dan sakinah.

 

Ketujuh, membaca do’a ketika keluar rumah, ketika memasuki masjid, dan ketika keluar masjid.

 

Kedelapan, setelah mendapat tempat yang kosong dimasjid, hendaklah ia mengucapkan salam kepada orang-orang yang berada didekatnya dengan suara yang lirih.

 

Kesembilan, janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat tahiyatul masjid dua rakaat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jika salah seorang dari kamu masuk kedalam masjid, janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR. Muslim)

                                                                                                                   

Kesepuluh, hendaknya ia memilih duduk di shaf awal atau dikanan shaf bila masih kosong. Janganlah berdesak-desakan, apalagi sampai melangkahi pundak-pundak orang lain.

 

Kesebelas, hendaklah ia mengisi waktu dengan banyak berdzikir dan menghadapkan hati kepada Allah.

 

Keduabelas, janganlah merebut tempat orang lain atau membuat orang lain kesempitan.

 

Ketigabelas, janganlah membuang ludah atau menjalin jari jemari.

 

Keempatbelas, menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan masjid serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar kehormatan dan kemuliaan masjid.

 

 

 

Sumber:

Dr. Shalih bin Ghanim As-Sadlan, Bimbingan Lengkap Shalat Berjama’ah: Pustaka At-Tibyan

[belajarislam.com]

 

 

 

 

 

~ Abuzaky ~

RT.03  ~  Mei ‘09

Blog  http://zakydanwimba.wordpress.com

Email  wimba.utomo@gmail.com

 

Artikel lain :

± Lihat Indeks

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: